All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Diledek ‘Anak Si Buta’ Ini Yang Dilakukan Alissa Wahid, Gibran Juga Ikut Turun Tangan

Diledek 'Anak Si Buta' Ini Yang Dilakukan Alissa Wahid, Gibran Juga Ikut ....

Diledek ‘Anak Si Buta’ Ini Yang Dilakukan Alissa Wahid, Gibran Juga Ikut Turun Tangan

Bhinnekaku.com, Pernyataan tak beretika dan tak sepantasnya dilontarkan seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Ia memposting foto editan untuk menghina Presiden ke-4 Abdurahman Wahid (Gusdur), dan putrinya Alissa Wahid.

Bukti screenshoot hinaan di Instagram tersebut diposting kembali Alissa Wahid di akun twitternya, lengkap dengan kalimat menusuk hati, membuat banyak warganet menitikkan airmata.

Dalam postingan sebagai bentuk jawaban atas penghinaan tersebut, Alisa menulis demikian :

“Alissa Wahid‏@AlissaWahid

Dikirimi screencap instagram ini. Katanya: Anak si Buta. YES I AM AND PROUD OF IT!”

Bukannya menyerang balik, Alisa justru menjawab dengan kalimat “Itulah saya, dan saya bangga dengan itu!”

Dari keterangan pada gambar, foto editan ini diposting pemilik akun Instagram @sorotanpublik, lengkap dengan keterangan tawa ngakak “Bruskakakaakaka”

Tanggapan singkat Alissa bikin banyak warganet sedih hingga menangis.

Bahkan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ikut berkomentar menanggapi hinaan ini.

Gibran yang meretweet kembali postingan ini di akun twitternya @Chili_Pari menuliskan pesan untuk menghibur hati Alissa Wahid.

“Sabar mbak”

Mustofa Bisri‏ atau Gusmus juga ikut komentar untuk menguatkan Alissa.

“@gusmusgusmu Tak ada yang bisa menyakiti anakku Alissa Wahid. Apalagi hanya pecundang yang sakit jiwa. Dia adalah puteri Gus Dur yang perkasa.”

Via R.‏ @Jakafe Mbaaaaaa…. (peluk)

Alissa Wahid @AlissaWahid no need to cry!

ah maftuchan‏ We love Presiden Gus Dur so much!

Alissa [email protected] Yes we do!

IG: @ainunchomsun‏ @ainunchomsun Pengin gak nangis…

Alissa Wahid @AlissaWahid mbaaaak.. terimakasih selalu menemaniiiii..

Gusdur Dilukis Seperti Ini, Ini Komentar Alissa Wahid

Putri Gusdur, Alissa Wahid tumpahkan isi hati.

Seseorang telah melukis ayahnya, Abdurahman Wahid (Gusdur) dengan pose begini.

Melalui akun twitternya @AlissaWahid , ia menitip pesan untuk si pelukis, “untuk anda, terima kasih!”

Penasaran lukisan seperti apa sih yang dikomentari putri Gusdur tersebut?

Mengutip dari akun twitternya, ternyata lukisan tentang Gusdurtersebut begitu indah.

Tampak Gusdur mengenakan kemeja batik dan celana panjang kain sedang duduk dengan kedua tangan terlipat.

Di depannya terdapat lima bocah, tiga dengan posisi berdiri dua dalam posisi duduk terlihat memperhatikan dengan serius wajah Gusdur.

Yang membuat foto ini luar biasa adalah kostum yang dikenakan lima bocah tersebut.

Masing-masing mengenakan pakaian khas lima agama besar di Indonesia, yaitu Nasrani, Muslim, Hindu, Budha, Konghucu.

Lukisan ini benar-benar membawa publik pada kenangan saat Gusdur masih menjabat sebagai Presiden RI.

Dua postingan ini langsung banjir komentar warganet, yang ditanggapi bergantian oleh Alissa.

Pada masa kepemimpinan Gusudur, Konghucu resmi masuk dalam agama resmi di Indonesia, dan perayaan Imlek untuk etnis Tionghoa akhirnya ditetapkan sebagai libur nasional.

Postingan lukisan Gusdur ini membuat terharu pustri Gusdur Alissa Wahid, sehingga ia pun berkomentar :

“Kepada Anda yang melukisnya, terimakasih dari lubuk hati kami.”

Bukan hanya putri Gusdur. Sejumlah netizen pun berkomentar.

Susiantini‏ @susiantini33

Bapak bangsa,bangganya pernah mmlk beliau,skrng disaat Indonesia banyak caci mk dngn yng beda,bangsa ini rindu akan sosokMu.

Dr. Plague‏ @Reenzia
Entah kapan lagi ada sosok seperti beliau yg memperjuangkan kesetaraan hak semua agama secara merata, terima kasih Gus Dur

IKAL‏ @munadjiahmad03
Beliau adalah contoh nyata bahwa menjadi ulama tak harus berperangai sangar dan menakutkan. Terbukti, Beliau dicintai semua golongan.

Reza Eja Assagaf‏ @eja4ss
Pada kondisi saat ini ketika NKRI terancam, kita makin merindukan Gus Dur…

Renhat’s D‏ @RenhatD_Sregar
Inilah..peninggalan berharga.. alm.Gus Dur.. Bagi bangsa ini…saudara dlm.kemanusiaan..moga kita semua dpt.mengikuti beliau..berkah dalem..

Gibran dan Penolakannya terhadap Ajakan “Bermain” dalam Berbagai Proyek

Sebagai putra seorang presiden, Gibran Rakabuming Raka mengakui, kerap mendapatkan “godaan” untuk terlibat dalam berbagai proyek.

Pengakuan tersebut disampaikan putra sulung Joko Widodo itu, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017).

Menurut Gibran, banyak yang mengajaknya untuk ikut dalam sejumlah proyek.

“Banyak, sampai sekarang banyak. Ya enggak tahulah biasanya dari partai, dari apalah itu,” ujar Gibran.

Bahkan, gagal masuk melalui dirinya, banyak juga ‘proposal’ yang dititipkan melalui teman-teman dekatnya.

Namun, Gibran dengan tegas menolaknya. Ia memegang teguh prinsip tidak akan melakukan hal-hal semacam itu.

“Saya tahu diri. Bapak enggak bilang spesifik sih harus apa atau tidak boleh apa. Saya tahu diri saja. Jadi kami sama-sama tahu,” ujar dia.

Gibran juga tidak lantas antipati terhadap orang-orang itu.

Menurut dia, aktivitas yang mereka lakukan wajar adanya.

“Ya namanya juga orang cari duit, mau bagaimana lagi? Selalu ada itu orang-orang seperti itu, cari proyek, cari tender, banyak. Ya enggak masalah sih. Tapi sudah saya tekankan, kami tidak seperti itu. Sejak awal sudah saya tolak,” ujar Gibran.

Tak terima order dari pemerintah

Prinsip ‘tahu diri’ itu pula yang membuat perusahaan kateringnya, Chili Pari, menolak order dari pemerintah.

Chili Pari fokus melayani pesanan dari perusahaan swasta dan individu.

Melalui kebijakan tersebut, Gibran ingin bisnisnya tidak hanya bergantung pada order dari pemerintah.

“Masih ada pasar pasar lain, enggak masalah. Kalau kami masuk ke kementerian, pemerintah daerah, itu umurnya berapa sih? Bapak kan sekarang jadi Presiden tinggal dua tahun lagi. Habis dua tahun itu mau ngapain?” ujar dia.

“(Kalau mencalonkan sebagai presiden lagi) enggak tahu menang apa enggak. Saya kan menghitung sisa hidup bisnis saya dari situ juga. Pokoknya sebelum jadi wali kota, bisnis sudah jalan, setelah jadi Presiden pun bisnis jalan. Jadi bukan cuma memanfaatkan, enggak,” lanjut dia.

Gibran yakin, meski tidak mengambil proyek dari pemerintah, usaha yang dirintisnya akan tetap eksis dan berkembang.

Saat ini, Gibran memiliki sejumlah usaha sendiri. Selain usaha katering Chili Pari, pria kelahiran 1 Oktober 1987 itu juga merintis Martabak Kota Baru alias Markobar.

Martabak yang memiliki menu andalan delapan topping itu kini sudah memiliki 29 gerai di kota-kota besar di Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top