All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Ini Alasan Mengapa Ahmad Dhani Laporkan 10 Media Online ke Bareskrim Polri

Ini Alasan Mengapa Ahmad Dhani Laporkan 10 Media Online ke Bareskrim

Ini Alasan Mengapa Ahmad Dhani Laporkan 10 Media Online ke Bareskrim Polri

JAKARTA, Produser dan pencipta lagu Ahmad Dhani Prasetyo melaporkan 10 media online ke Bareskrim Polri hari ini, Kamis (31/8/2017).

Pentolan Dewa 19 ini menuding media-media tersebut telah menayangkan berita bohong berkait kabar pemecatannya dari rumah karaoke Masterpiece.

“Pada hari ini kami dengan Mas Ahmad Dhani sudah melaporkan berita hoax terkait masalah karaoke Masterpiece yang dikatakan dalam berita hoax itu bahwa itu bukan milik Ahmad Dhani, ada kalimat Mas Ahmad Dhani dipecat,” ujar kuasa hukum Dhani, Hendarsam Marantoko, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Kamis siang.

Ia kemudian menunjukkan surat tanda bukti lapor yang bernomor LP/883/VIII/2017/Bareskrim.

Hendarsam mengatakan, pasal yang digunakan sementara adalah Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP tentang dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

“(Belum gunakan UU ITE) itu pengembangan nanti. Ini masalah teknis aja. Kalau mengenai ITE karena tindak pidana khusus itu harus koordinasi ke penyidik. Pasalnya berlapis, itu pendalaman materi,” kata Hendarsam.

“Karena penyidik sedang keluar kota,” timpal Dhani.

Pihaknya juga menyertakan bukti sejumlah capture berita-berita dari 10 media yang diduga menyebar hoax.

Dhani menambahkan bahwa berita yang menyebut ia dipecat dari Masterpiece adalah bohong belaka, karena sampai sekarang ia masih salah satu pemiliknya.

“Kalau saya dipecat Masterpiece saya enggak bisa melaporkan ini dong. Karena saya tidak dipecat, makanya saya melaporkan bahwa ini berita bohong. Fitnah. Ini berita fitnah melalui informasi elektronik,” ujar Dhani.

“Saya pemilik brand. Brand itu kami daftarkan ke HAKI dan milik saya. Materpiece tetep punya saya. Itu holding company,” imbuhnya.

Dhani menduga media yang mengeluarkan berita itu tak melakukan kroscek terlebih dulu, apakah foto banner Masterpiece yang dijadikan sumber berita itu akurat atau tidak.

“Itu silakan dibawa ke polisi. Kan semua orang bisa bikin poster begitu. Kalau wartawan tidak bisa bawa itu (foto banner) dan (kasih tahu) dari mana asalnya, itu akan disebut sebagai fitnah,” kata Dhani.

“Wong mereka juga enggak melakukan klarifikasi dulu kepada saya. Ini buat pelajaran buat yang lain, janganlah hoax dijadiin sumber berita. Apalagi itu diambil dari lambe turah,” imbuhnya.

“Itu yang akan kita uji apakah Masterpiece yang buat (banner) itu atau tidak,” timpal Hendarsam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top